Weni Dwi Aprianti: Idul Adha Adalah Momentum Perkuat Solidaritas dan Ukhuwah Islamiah
- account_circle Unggung Rispurwo
- calendar_month Senin, 19 Jul 2021
- visibility 85
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
ADHIKARYA PARLEMEN
Hasanah.id – Bandung. Anggota DPRD Jabar Weni Dwi Aprianti, S.Ab., mengimbau masyarakat khususnya umat Muslim Indonesia untuk memaknai hadirnya Hari Raya Idul Adha di tengah covid-19 yang makin mengganas sebagai momentum untuk kuatkan kontribusi Umat menghadirkan solusi atasi covid-19 dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.
Weni menjelaskan kontribusi yang bisa dilakukan dalam pelaksanaan ibadah salat Idul Adha dan pemotongan serta pembagian hewan kurban, adalah dengan mengikuti ketentuan dan tata cara ibadah Idul Adha yang telah difatwakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Legislator PDI Perjuangan ini juga meminta pemerintah untuk terus menggencarkan sosialisasi Surat Edaran Menteri Agama No.17 tentang Salat Idul Adha dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kurban 1442 H/2021 M di Wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.
Hal ini dalam rangka menghindarkan umat Islam dari ancaman penularan dan dampak buruk virus Covid-19, di tengah kegembiraan merayakan Hari Raya Idul Qurban.
“Umat Muslim melaksanakan salat Idul Adha, harus tetap memperhatikan protokol kesehatan sebagaimana fatwa MUI dan edaran Kemenag, termasuk dalam hal pemotongan dan penyaluran daging kurban,” disampaikan Weni saat dikonfirmasi, Senin (19/07/2021).
Weni menjelaskan bahwa shalat Idul Adha dan ibadah kurban harus tetap mengindahkan kewajiban menjaga keselamatan diri dan ukhuwah Islamiyyah diantara Umat Islam, yang hukumnya adalah wajib.
Maka dalam rangka melaksanakan kewajiban menjaga keselamatan dan kemaslahatan, Weni menghimbau masyarakat agar tata cara penyelenggaraannya, soal penyembelihan hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan maupun di tempat yang tidak menimbulkan kerumunan, hingga pendistribusian daging kurban yang sebaiknya langsung kepada penerima, menjauhkan dari terjadinya kerumunan, juga dengan mempergunakan wadah yang sehat dan bukan plastik.
“Harapan saya, momentum Idul Adha ini sebagai dapat dijadikan momen persatuan dan toleransi, di antaranya dengan pendistribusian daging kurban langsung kepada penerima tanpa membedakan suku, agama, ras, dan antar golongan,” terangnya.
Ia menambahkan, sangat banyak masyarakat yang terdampak akibat covid-19 yang tak terbatas hanya Umat Islam saja, sehingga ibadah pembagian daging hewan kurban diharapkan dapat membantu dan meningkatkan soliditas sosial di antara masyarakat Indonesia yang majemuk, yang semuanya juga menjadi korban dari covid-19.
“Daging kurban dibagikan kepada berbagai warga yang berhak, juga kepada warga yang sedang isolasi mandiri, tanpa membedakan SARA maupun latar belakang afiliasi/pilihan politik, sehingga Hari Raya di tengah pandemi kali ini bisa jadi momentum memperkuat Gotong-royong, solidaritas dan persatuan bangsa, suatu kontribusi psikologis dan sosial yang dipentingkan untuk atasi covid-19,” ujarnya.
- Penulis: Unggung Rispurwo
